PUISI UNTUK IBU by suroya "roy".
Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa
Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam
Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian
Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku
Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu
Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku
Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga
Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu
Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH
juga kepada Ayah...!!!
...........................................................................................................
PUISI AKU DAN MAKNA
Aku mengukir garis lengkung di bibirku
Isyaratkan rona2 hati merah muda…
Begitu lembut membelai jantungku..
Seperti ketika kehidupan berikan nyaman di waktuku..
Aku mengukir tanya di benakku..
Isyaratkan pikir yang menuntut kepastian..
Mendesak hebat menyesakkan dadaku
Seperti ketika awan gelap curahkan hujan…
Wahai kau sebuah makna..
Berikan aku setitik terang tuk langkahku…
Ketika ku ingin menggapaimu..
Dan berbisik..aku mencintaimu tanpa syarat
...........................................................................................................
PUISI CINTA by Afifah
Gugurlah bunga yang bermekaran
Keringlah daun yang hijau
Surutlah ombak di lautan
Pagi yang cerah berubah menjadi pagi yang gelap
Awan mulai mendung
Tak lama kemudian, tetesan air mulai turun secara perlahan
Petir berteriak disana-sini
Aku hanya terdiam di kamar sambil berselimut
Takut akan semua suara itu
Diam,
Menjadi pilihanku saat itu
Saat aku sedang gundah
Hatiku sedang sedih
Karena baru saja kau putuskan cinta ini
Padahal, aku yang memintanya
Entah inikah yang dinamakan penyesalan
Namun yang ku tahu, hariku tak secerah dulu lagi
Karena kini aku telah sendiri
...........................................................................................................
PUISI WAJAHMU
Mungkin kau berencana pergi,
seperti ruh manusia
tinggalkan dunia membawa hampir semua
kemanisan diri bersamanya
Kau pelanai kudamu
Kau benar-benar harus pergi
Ingat kau punya teman disini yang setia
rumput dan langit
Pernahkah kukecewakan dirimu ?
Mungkin kau tengah marah
Tetapi ingatlah malam-malam
yang penuh percakapan,
karya-karya bagus,
melati-melati kuning di pinggir laut
Krinduan, ujar Jibril
biarlah demikian
Syam-i Tabriz,
Wajahmu adalah apa yang coba diingat-ingat lagi oleh setiap agama
Aku telah mendobrak kedalam kerinduan,
Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnya
tapi tiada semacam ini
Sang inti penuntun pada cinta
Jiwa membantu sumber ilham
Pegang erat sakit istimewamu ini
Ia juga bisa membawamu pada Tuhan
Tugasku adalah membawa cinta ini
sebagai pelipur untukmereka yang kangen kamu,
untuk pergi kemanapun kaumelangkah
dan menatap lumpur-lumpur
yang terinjak olehmu
muram cahaya mentari,
pucat dingding ini
Cinta menjauh
Cahayanya berubah
Ternyata ku perlu keanggunan
lebih dari yang kupikirkan
...........................................................................................................
PUISI HANYA UNTUKNYA
Seorang insan yang hatinya
hanya kepada Allah
sangat menginginkan
tiadanya kepentingan peribadi
atau untuk duniawi
Dirinya menginginkan
tunduk khusyuk hanya kepada-Nya
dipenuhi masa bertakwa sentiasa
merasa betapa ruginya
membuang masa sia-sia
ingin sentiasa menambah pahala
Andaikan lebih dihajatinya
dirinya bagai malaikat
tanpa keperluan peribadi
segalanya darinya hanyalah
untuk pengabdian kepada Allah
Allah-lah segala-galanya...
yang menyiram air ketenangan
yang menyinar cahaya keteduhan
di ruang hati yang berseri
bersinar cahaya kebahagiaan...
abadi sentiasa...
Itulah pencinta Allah
Islam junjungannya...
Rasulullah ikutannya...
Al-Quran amalannya...
...........................................................................................................
No comments:
Post a Comment