4 March 2012

PUISI


PUISI UNTUK IBU by suroya "roy".

Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH
juga kepada Ayah...!!!

...........................................................................................................


PUISI AKU DAN MAKNA

Aku mengukir garis lengkung di bibirku
Isyaratkan rona2 hati merah muda…
Begitu lembut membelai jantungku..
Seperti ketika kehidupan berikan nyaman di waktuku..

Aku mengukir tanya di benakku..
Isyaratkan pikir yang menuntut kepastian..
Mendesak hebat menyesakkan dadaku
Seperti ketika awan gelap curahkan hujan…

Wahai kau sebuah makna..
Berikan aku setitik terang tuk langkahku…
Ketika ku ingin menggapaimu..
Dan berbisik..aku mencintaimu tanpa syarat

...........................................................................................................

PUISI CINTA by Afifah

Gugurlah bunga yang bermekaran
Keringlah daun yang hijau
Surutlah ombak di lautan

Pagi yang cerah berubah menjadi pagi yang gelap
Awan mulai mendung
Tak lama kemudian, tetesan air mulai turun secara perlahan

Petir berteriak disana-sini
Aku hanya terdiam di kamar sambil berselimut
Takut akan semua suara itu

Diam,
Menjadi pilihanku saat itu
Saat aku sedang gundah

Hatiku sedang sedih
Karena baru saja kau putuskan cinta ini
Padahal, aku yang memintanya

Entah inikah yang dinamakan penyesalan
Namun yang ku tahu, hariku tak secerah dulu lagi
Karena kini aku telah sendiri

...........................................................................................................

PUISI WAJAHMU

Mungkin kau berencana pergi,
seperti ruh manusia
tinggalkan dunia membawa hampir semua
kemanisan diri bersamanya

Kau pelanai kudamu

Kau benar-benar harus pergi
Ingat kau punya teman disini yang setia
rumput dan langit

Pernahkah kukecewakan dirimu ?
Mungkin kau tengah marah
Tetapi ingatlah malam-malam
yang penuh percakapan,
karya-karya bagus,
melati-melati kuning di pinggir laut

Krinduan, ujar Jibril
biarlah demikian
Syam-i Tabriz,
Wajahmu adalah apa yang coba diingat-ingat lagi oleh setiap agama

Aku telah mendobrak kedalam kerinduan,
Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnya
tapi tiada semacam ini

Sang inti penuntun pada cinta
Jiwa membantu sumber ilham

Pegang erat sakit istimewamu ini
Ia juga bisa membawamu pada Tuhan

Tugasku adalah membawa cinta ini
sebagai pelipur untukmereka yang kangen kamu,
untuk pergi kemanapun kaumelangkah
dan menatap lumpur-lumpur
yang terinjak olehmu

muram cahaya mentari,
pucat dingding ini

Cinta menjauh
Cahayanya berubah

Ternyata ku perlu keanggunan
lebih dari yang kupikirkan

...........................................................................................................


PUISI HANYA UNTUKNYA 

 Seorang insan yang hatinya 
hanya kepada Allah 
sangat menginginkan 
tiadanya kepentingan peribadi 
atau untuk duniawi

Dirinya menginginkan 
tunduk khusyuk hanya kepada-Nya 
dipenuhi masa bertakwa sentiasa 
merasa betapa ruginya 
membuang masa sia-sia 
ingin sentiasa menambah pahala

Andaikan lebih dihajatinya 
dirinya bagai malaikat 
tanpa keperluan peribadi 
segalanya darinya hanyalah 
untuk pengabdian kepada Allah

Allah-lah segala-galanya... 
yang menyiram air ketenangan 
yang menyinar cahaya keteduhan 
di ruang hati yang berseri 
bersinar cahaya kebahagiaan... 
abadi sentiasa...

Itulah pencinta Allah 
Islam junjungannya... 
Rasulullah ikutannya... 
Al-Quran amalannya...


...........................................................................................................

No comments:

Post a Comment